Saya Tidak Ingin Berdebat Lagi! Menangani Konflik Hubungan

Berkomunikasi Secara Efektif Dengan Orang yang Terkasih

Berhenti berdebat, berhenti bertengkar, dan mulailah berkomunikasi.

Setiap hubungan pasti memiliki masalah, tidak ada yang bisa dihindari. Perbedaan antara masalah hubungan kecil dan masalah hubungan utama pada akhirnya bermuara pada kemampuan berkomunikasi secara efektif atau tidak.

Sudah menjadi sifat manusia untuk ingin didengar, dipahami. Sering kali, sekeras apa pun kita berusaha, kita tidak dapat menemukan cara untuk membantu orang lain memahami apa yang kita katakan.

Pada artikel ini, saya akan memberikan beberapa tip komunikasi yang efektif. Artikel ini hanya membahas beberapa tip komunikasi dasar dan paling efektif, ada jutaan cara untuk berkomunikasi secara efektif. Pelajari semua yang Anda bisa, temukan apa yang terbaik untuk Anda, lalu praktikkan — setiap hari.



Berhenti bertengkar dan mulailah bicara.
Berhenti bertengkar dan mulailah berbicara.

Tip # 1: Dengarkan Dengan Maksud Memahami

  • Menjadi perhatian: Berkonsentrasi pada memahami apa yang dikatakan. Dengarkan kata kunci dan frasa yang menyiratkan makna, dengan fokus pada informasi penting seperti nama, tanggal, acara, dan deskripsi. Saat terlibat dalam pertengkaran atau diskusi panas lainnya, dengarkan indikator bagaimana perasaan orang lain, serta pahami sudut pandang mereka.
  • Bersikaplah tidak memihak: Untuk saat ini, Anda berfokus untuk mencoba memahami pendapat orang lain. Sudah menjadi sifat manusia untuk merumuskan argumen yang berlawanan selama waktu ini, tetapi dengan melakukan itu kita lebih mungkin kehilangan pendapat penting yang dibahas pihak lain. Sebelum membentuk opini Anda sendiri, cobalah untuk memahami peristiwa dari sudut pandang orang lain — dengan kata lain, tempatkan diri Anda pada posisi mereka. Sering kali, terutama dalam perdebatan sengit, kita terlalu khawatir untuk membuktikan sudut pandang kita sendiri sehingga kita lalai memahami apa yang dikatakan orang lain.
  • Renungkan kembali apa yang dikatakan: Tunggu sampai lawan bicara Anda berhenti berbicara, lalu ulangi apa yang menurut Anda mereka katakan. Ini melayani tujuan ganda. Pertama, ini berkaitan dengan orang lain yang Anda perhatikan, dan mencoba untuk benar-benar mengerti. Kedua, itu memperkuat pemahaman Anda sendiri tentang apa yang dikatakan. Ketika Anda merenungkan kembali pembicara, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli tentang mereka dan tentang apa yang mereka katakan.
  • Meringkaskan: Setelah Anda benar-benar memahami sudut pandang orang lain, ringkaslah pemahaman itu dalam satu atau dua kalimat. Ini umumnya sama dengan merefleksikan kembali tetapi pada skala yang jauh lebih luas. Pada titik ini, Anda harus menyingkirkan hal-hal yang tidak penting untuk diskusi. Anda harus memiliki pemahaman yang baik tentang apa masalah utamanya, dan Anda harus dapat menyuarakan masalah hanya dalam beberapa kata pendek.

Mendengarkan adalah keterampilan yang membutuhkan latihan untuk dikuasai. Sangat mudah untuk mendengar apa yang dikatakan orang lain, tapi itu bagian yang mudah. Sebagian besar waktu, orang berbicara melalui pengalaman mereka sendiri, jadi untuk memahami arti sebenarnya dari apa yang mereka katakan, Anda harus mampu menempatkan diri secara mental di dalam pengalaman mereka. Dengan melakukan itu, Anda akan mulai memahami mengapa mereka mengatakan apa yang mereka katakan, atau mengapa mereka melakukan hal-hal yang mereka lakukan.



Tip # 2: Perhatikan Bahasa Tubuh Anda dan Pesan Nonverbal

  • Sikap: Tunjukkan diri Anda dengan cara yang menunjukkan bahwa Anda tertarik dengan percakapan tersebut. Hindari menyilangkan tangan, meletakkan tangan di saku, berpaling dari speaker, berpaling dari speaker, dan hal-hal semacam itu. Itu memberi tahu pembicara bahwa Anda bosan dengan percakapan, dan bahwa orang yang berbicara tidak layak untuk waktu atau perhatian Anda. Sebaliknya, bersandarlah saat pembicara berbicara, pertahankan kontak mata, letakkan tangan Anda di tempat yang terlihat, dan jangan membungkuk. Dengan melakukan ini, ini menunjukkan kepada pembicara bahwa Anda tertarik, dan bahwa Anda terbuka terhadap apa yang mereka katakan.
  • Posisi yang sama: Istilah ini sudah ada sejak lama, tetapi itu hanya istilah mewah untuk meniru orang lain, atau bermain peniru. Saat berkomunikasi dengan orang lain, cobalah meniru tingkah lakunya sedikit-sedikit. Dengan kata lain, jika pembicara berdiri, Anda berdiri. Jika mereka sedang duduk, Anda duduk. Ini membantu pembicara merasa lebih nyaman dengan Anda, dan menempatkan Anda pada posisi yang setara.
  • Ekspresi wajah: Banyak makna dapat diambil dari ekspresi wajah. Jika Anda cemberut saat orang lain berbicara, mereka mungkin menganggapnya sebagai ketidaksetujuan yang kuat terhadap apa yang dikatakan. Jika Anda tersenyum mengapa mereka berbicara, ini akan berdampak positif.

Bahasa tubuh Anda mengungkapkan banyak hal tentang cara Anda menafsirkan apa yang dikatakan orang lain. Salah satu aturan terbesar yang harus diikuti saat berkomunikasi dengan orang lain adalah santai dan menjadi diri sendiri.




Tips # 3: Ekspresikan Pikiran dan Perasaan Anda

  • Jujur: Komunikasi yang efektif tidak dapat terjadi tanpa kepercayaan. Orang lain lebih mungkin menerima apa yang Anda katakan ketika Anda telah menunjukkan diri Anda terbuka dan jujur. Jika sesuatu perlu dikatakan, katakan saja, tapi perhatikan bagaimana Anda mengatakan sesuatu. Jika apa yang Anda katakan mungkin menyakiti orang lain, temukan cara untuk mengutarakan pendapat Anda di mana dampaknya tidak akan sebesar itu, tetapi maknanya akan tetap terlihat.
  • Bicaralah dengan jelas; pandai berbicara: Inti dari berkomunikasi secara efektif adalah untuk dapat mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan cara yang dapat dipahami oleh pendengar. Bicaralah dengan nada tegas, cukup keras untuk didengar oleh lawan bicara tetapi jangan terlalu keras sehingga bisa dianggap sebagai teriakan. Artikulasikan kata-kata Anda saat Anda berbicara, hindari ucapan yang tidak jelas atau bergumam.

Tip # 4: Berkomunikasi Tanpa Menjadi Musuh

  • Ekspresikan kekhawatiran tanpa menghakimi: Saat berbicara dengan orang yang Anda cintai, sesuaikan pidato Anda sehingga mereka tidak memiliki alasan untuk tersinggung dengan perkataan Anda. Jangan menyalahkan siapa pun, tetapi fokuslah pada pemecahan masalah. Nyatakan dengan jelas apa yang Anda yakini sebagai masalah yang mendasarinya, dan mintalah konfirmasi. Jika ada ketidaksepakatan tentang masalah sebenarnya, bekerjasamalah untuk memahami apa yang dirasakan pihak lain sebagai masalah. Mungkin ada banyak masalah yang harus diatasi, jadi atasi satu per satu. Setelah Anda mencapai kesepakatan tentang apa masalahnya, fokuslah untuk menemukan solusi daripada menyalahkan.
  • Gunakan pernyataan 'Saya': Daripada mengatakan, 'Kamu tidak menjelaskannya dengan baik,' katakan, 'Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Tolong jelaskan lagi. ' Saat Anda menggunakan kata 'Anda' dalam percakapan, itu segera menempatkan pendengar dalam mode pertahanan. Tujuannya adalah untuk mencapai kesepakatan, dan tidak membuang waktu untuk berdebat.
  • Menjadi positif: Segera setelah percakapan mulai memanas, ambil langkah mundur. Luangkan waktu sejenak untuk mengumpulkan pikiran Anda, tarik napas dalam-dalam, dan lanjutkan hidup. Jaga bahasa tubuh Anda tetap positif, dan fokuslah untuk mencapai resolusi. Pelajari cara menggunakan kata-kata, 'Saya minta maaf', dan 'Saya mengerti.' Kedua frasa kecil ini dapat melakukan banyak hal untuk menenangkan situasi yang memanas dengan cepat. Jika keadaan menjadi terlalu intens, jangan takut untuk meminta waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Ini mungkin bagian yang paling penting untuk dipahami. Banyak masalah hubungan yang bisa diatasi hanya dengan berkomunikasi dengan cara yang menunjukkan kepada pendengar bahwa Anda peduli.

Mempelajari cara berkomunikasi secara efektif membutuhkan banyak usaha dan banyak kesabaran, tetapi begitu Anda mempelajari bagaimana hal itu dengan cepat menjadi kebiasaan.